Jumat, 26 Juni 2015

DERITA SUAMI BARU

Standard
"Ayah, aku sudah bilang, pernikahanku selama tiga hari ini tak akan berhasil!"

"Ada apa anakku?"

"Istriku itu tidak bisa berbuat apa-apa, memasak, mencuci piring dan baju bahkan menyapu pun tidak. Dia juga tak mau ke pasar. Mungkin permintaan terakhir Ibunya itu terlalu memaksanya untuk menikah denganku, bahkan aku rasa ia tak mencintaiku sama sekali. Ia tak mau makan masakanku, tak mau memperhatikan diriku sebagai suami, bahkan tak mau menyapaku. Ia juga tak pernah menerima uang hasil jerih payahku, aku bahkan tidak pernah memikirkan untuk melakukan malam pertama bersamanya!"

"Tapi dia cantik bukan? Hahaha! Dan juga tidak materialistis kalau begitu!"

"Iya. Tapi apa gunanya cantik yang akan memudar? Apa gunanya istri yang tidak menghargai jerih payah suami? Aku bahkan tak merasakan kehangatan dari wanita seperti yang kau katakan padaku dahulu. Ia tak pernah memelukku saat tidur. Saat aku mencoba untuk memeluknya, aku bukan mendapatkan kehangatan, namun rasa dinginnya. Aku yakin ia sangat membenciku karena menerima permintan terakhir Ibunya untuknya. Ia bahkan menikah denganku pun tak mengenalku. Ibunya memang sudah gila menjodohkan anak sendiri pada orang asing."

"Ayolah, nak. Itu permintaan terakhir Ibunya untuknya. Lagian kau bukan orang asing, Ibunya masih rekan kerjaku!"

"Ayah, kau tak mengerti! Aku mau melakukan ini hanya karenamu dan Ibunya, aku bahkan melupakan keinginanku sendiri demi ini. Tapi tak ada orang yang betah jika menjadi diriku. Ada pikiranku untuk menikah lagi, dan aku yakin ia tak akan marah jika di poligami."

"Apakah kau serius?"

"Ia tak memiliki kemampuan apapun, bahkan untuk mengandung anakku pun aku yakin ia tidak bisa. Mungkin ia akan membusuk tanpa pernah mencintaiku sama sekali daripada harus melayani orang asing sepertiku dalam hidupnya!"

"Baiklah, menikahlah lagi. Tapi apakah kau yakin ia akan merelakannya?"

"Harusnya engkau mengetahuinya sendiri. Lagi pula pernikahan kami tidak tercantum dalam lembaga apapun, kami hanya menikah diam-diam karena paksaan Ibunya."

" Baiklah. Tapi jangan menceraikan atau meninggalkannya, aku tidak enak hati pada Ibunya walaupun ia gila seperti yang engkau katakan. Dan kau juga harus menyembunyikannya dari istri keduamu! Aku tak mau istrimu mengetahui hal gila yang telah kau lakukan hanya karena tidak enak hati pada Ibunya dan diriku."

"Itu sudah pasti Ayah! Aku tak mau membuat istriku ikut gila karena hal bodoh ini."

7 komentar:

  1. Dia nikah sama mayat ya? Au dah gelap-___-

    BalasHapus
  2. istrinya lumpuh? ~by sora album

    BalasHapus
  3. Ga bisa ngapa-ngapain, akan membusuk, permintaan terakhir ? Istrinya pas dinikahin udh sekarat dan dlm 3 hari pasti udh keburu mati. Bener ga ?

    BalasHapus
  4. Istrinya mayaaaaat... (btw gue dah tau walaupun baru baca pertengahan ceritanya *sombong**dibuang*) Maaf kalo gue nggak sopan *bows*

    BalasHapus
    Balasan
    1. *seret Subaru-chan?* *buang ke kalijodo*

      Hapus
    2. *Berenang ke tepian* Maafkan saya, senpaaaaii~ #bungkukmakindalem

      Hapus
    3. Ya dongs. udah lebaran, maaf-maafan jadinya wkwk

      Hapus