Senin, 24 Februari 2014

PERAMPOKAN

Standard

Aku terlahir sebagai orang yang buta dan bisu, dan aku ikhlas dengan keadaanku seperti ini dan aku orang miskin yang memiliki orangtua yang jahat namun mereka baik padaku. Suatu malam, terjadi perampokan dikompleks perumahanku. Aku mendengar pemilik rumah itu berteriak lantang hingga mambangunkan semua warga.
Saat semua warga sedang mengejar perampok tersebut, aku berteriak lantang hingga menghentikan langkah warga tersebut.
"Ada apa, nak?" Tanya seorang pemuda padaku.
"Aku melihat hantu di gedung itu! Dia tampak mengerikan." Ujarku sambil menunjuk salah satu gedung disana.
Merekapun tercengang.

Jumat, 21 Februari 2014

LELUCON

Standard

Besok adalah hari ulang tahun Rianti. Aku dan 4 temanku sudah membuat lelucon untuknya pada hari ulang tahunnya besok.
Keesokan harinya, kami membawa Rianti ke hutan wisata yang agak sepi dan memulai jebakan kami. Kami telah berada di posisi kami masing-masing.
Saat Rianti berjalan kehutan pinus, aku menakut-nakuti dia hingga ia berlari pontang-panting, disusul dengan kedua temanku yang menakut-nakutinya dihutan madu dan dihutan karet. Lalu, temanku juga menarik kakinya dari dalam air saat ia berlari ke danau. Ia terus berlari hingga ke hutan bambu dan hutan jati, disana ia juga ditakut-takuti oleh kedua temanku.
Setelah dia benar-benar ketakutan, kami keluar dari tempat persembunyian kami masing-masing. Namun, ia menjadi sangat marah dan meninggalkan kami berlima.

ABANGKU

Standard

Orangtuaku selalu mengatakan bahwa aku anak tunggal. Tetapi setiap malam, ada lelaki yang sangat mirip denganku dan mengaku sebagai abangku datang ke kamarku lewat jendela.
"Benarkah kau abangku? Kenapa kau selalu bersembunyi dari ibu dan tidak ingin tinggal disini?" Ujarku.
Dia membawaku ke tepi danau didekat hutan yang tidak begitu jauh dari rumahku.
"Disana rumahmu, dan disini rumahku. Aku senang tinggal disini sejak lama karena ibu yang membawaku kesini." Ujarnya sambil tersenyum. Akupun meneteskan airmata.

KOTAK MISTERIUS

Standard

Didaerah tempat tinggalku beredar berita mengejutkan, seorang pemuda meninggal karena menemukan kotak misterius. Semakin hari, semakin banyak yang meninggal karena kotak tersebut.
Malam itu, aku menemukan sebuah kotak di dekat lemari pakaianku dan aku yakin itu adalah kotak yang sering disebut oleh orang-orang. Namun, aku masih tidak percaya dengan berita itu.

Aku melihat ada tulisan 'Jangan arahkan kotak ini ke cermin' dikiri kotak tersebut dan ada tulisan 'Kau akan mati ditanganmu sendiri' dikanan kotak tersebut.

Aku masih kurang yakin dengan kata-kata tersebut, aku mencobanya dicermin dengan memgang kotak tersebut dengan tangan kiriku. Dicermin, aku hanya melihat bayanganku memegang kotak tersebut dengan tangan kiri seperti yang aku lakukan didunia nyata.

"Tiada apapun! Tiada setan, monster atau apapun. Dasar berita bullshit!" Aku membanting kotak tersebut.

SAUDARAKU

Standard

Aku memang orang kaya dan sangat mencintai hewan, terutama anjing. Malam itu, saudaraku tertabrak oleh motor menyebabkan dia koma. Aku merawatnya sendiri dirumah.
Keesokan harinya, aku pergi bekerja meninggalkan ia sendiri dirumah. Aku hanya meletakkan makanan dan sereal, satu-satunya makanan yang aku punya dirumah hari ini. Aku meletakkannya disebelah saudaraku untuk berjaga-jaga saat ia sadar dan lapar nanti. Aku pergi bekerja.Aku menciumi anjingku yang masih tertidur.

Aku pulang dari bekerja pada malam hari dan alangkah terkejutnya aku melihat saudaraku yang sudah tidak bernyawa lagi dengan badan yang tercabik-cabik, aku juga melihat makanan tersebut sudah habis termakan kecuali sereal dan anjingku tertidur lemas dan berlumuran darah.
"Mungkin ia mencoba menyelamatkan saudaraku. Akan tetapi ia kalah." Aku menangis.

IBU SUDAH BERUBAH

Standard

Sudah seminggu ini aku dan Ibuku bertengkar karena ayahku. Setiap aku mau pergi ke kampus, ia tetap menegurku, walaupun marah mungkin masih ada dihatinya.
Pagi ini, Aku terjatuh dari tangga. walaupun tangga tidak terlalu tinggi, tapi rasa sakit itu terasa sebentar. Aku segera bangkit dan keluar dari rumah. Hari ini berbeda, Ia tidak menyapaku dan hanya duduk diteras sendirian tanpa mau melihatku sedetikpun. Aku bingung.
"Mungkin hari ini puncak marahnya padaku!" Ujarku dalam hati sambil meninggalkannya.

Kamis, 20 Februari 2014

TEMAN YANG JAIL

Standard

Aku benci mengatakan ini, tapi aku sangat takut menonton film horror. Tidak seperti kawan-kawanku yang lain, horror adalah makan malam dan cemilan sebelum tidur untuk mereka.
"Dasar anak idiot! Udah muka horror, suka banget sama film horror." Ujarku malam itu yang menginap dirumah kawanku beramai-ramai karena semua keluarganya pulang kampung.

Subuh hari saat adzan berkumandang, aku selalu berada ditengah kuburan. Aku sudah tidak takut lagi karena itu sudah terbiasa bagiku.

"Punya kawan nakal banget! Setiap subuh ngerjain gue, ngangkat gue ke tengah kuburan lagi." Akupun bangkit dan pulang ke rumahku.

Disekolah, aku selalu memarahi mereka. namun, mereka selalu saja mengelak dengan segala kebohongan yang mereka katakan.
"Sekali pembohong, tetap pembohong!" Ujarku dalam hati.

FOTO

Standard

Aku berlibur didaerah pantai bersama lima anggota keluargaku. Pantai itu sepi tanpa ada seorangpun karena hari itu merupakan hari Senin, LOL. Aku berfoto-foto bersama mereka dan kami bersenang-senang.
Keesokan harinya, aku melihat semua hasil cetakan foto tersebut. Aku terkejut melihat salah satu hasil cetakan foto tersebut. Di semua hasil cetakan foto, keluargaku berjumlah lima orang. Namun, yang satu ini, keluargaku berjumlah lebih satu dari hasil foto yang lainnya. Akupun segera memusnahkan foto tersebut.


OBAT

Standard

Aku benci obat, semua obat yang pernah aku minum terasa sangat pahit tiada satupun yang manis. Aku benci obat. Obat batuk, demam, pilek, segala jenis obat.
Aku meminum obat batuk yang manis saat aku masih kelas 9 SMP. Aku benci semua obat dikarenakan rasanya pahit.

CAHAYA

Standard

Aku memang selalu melewati rumah gadis itu setiap malam, dan dia selalu tersenyum padaku begitu pula aku tersenyum kemabali padanya.

Cahaya lampu rumah tetangga didepan rumahnya bersinar sangat terang menyilaukan mataku saat aku berada didepan pintu rumah gadis tersebut. Cahaya itu menjadikan bayanganku dibelakang tubuhku menjadi sangat panjang.

Aku segera masuk ke rumah gadis itu, karena mataku sudah sangat silau dan perih. Aku melihat gadis tersebut pucat melihatku.

SEMUT YANG HEBAT

Standard

Aku adalah seekor semut merah kecil. Saat aku berjalan didekat danau, aku melihat seekor ular sedang berjalan dan tiba-tiba menghilang.

Saat aku semakin dekat dengan danau, munculah seekor katak ingin memakanku. Aku melompat keatas katak itu dan menggigitnya. Tiba-tiba semua menjadi gelap dan aku dapat merasakan katak tersebut mati.

RUMAH

Standard

Aku memiliki rumah kecil dibawah jembatan. Aku tinggal bersama 10 orang keluargaku. Pagi hari, aku pergi bekerja untuk mencari makanan bagi keluargaku.

Saat pulang ke rumah pada sore harinya, aku terkejut melihat rumahku menjadi besar dan seluruh anggota keluargaku meninggal. Sedangkan jembatan dan sekelilingnya masih seperti biasa.

PENCARI

Standard

Aku seorang anak SD yang nakal. Setiap hari aku bermain dengan teman-temanku hingga larut malam. Ayahku selalu memarahiku walaupun aku tak pernah jera.

Malam ini, aku dan semua temanku masih bermain dan belum juga pulang ke rumah. Aku yakin, Ayahku pasti sedang menungguku diteras rumah dan mendumel dalam hatinya hingga aku sampai dirumah.

Pukul 24.00 aku dan temanku memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Saat aku sedang berjalan sendirian didekat kuburan, aku melihat ada seorang lelaki tinggi sedang berjalan didekat pohon pisang. Aku sangat ketakutan dan segera bersembunyi. Setelah beberapa menit berjalan, aku tersadar dan keluar dari tempat persembunyianku.

"Tiada gunanya. Bersembunyi ataupun pulang sama saja."

TEMAN BARU

Standard

Aku sedang online di sosial media pada web. Aku melihat sebuah profil perempuan yang cantik dan agak sangat putih tidak seperti orang kebanyakan. Aku menambahkannya sebagai teman.

Setelah di confirm, aku mengirimkannya pesan.

"Hy, Boleh kenalan kan? Tinggal dimana?"

"Boleh. Disebelah Rumah Sakit Cinta Kasih."

Aku langsung offline dari sosial media tersebut dan segera tidur.


PENGENDARA MOTOR

Standard

Malam itu aku sedang menunggu taksi untuk mengantarkanku pulang ke rumah. Beberapa menit kemudian, lewatlah seorang pemuda menggunakan sepeda motor dengan helm yang sangat kecil.

"Haduh, lucu sekali pemuda itu! Helmnya bisa hancurin kepalanya."

Sewaktu melewatiku, helmnya terjatuh, namun dia terus berjalan. Melihat itu, aku segera pergi dari tempat itu.